Kebangkitan Yesus

1 message Options
Embed this post
Permalink
pecintalagu () Kebangkitan Yesus
Reply Threaded More More options
Print post
Permalink
Banyak orang yang sering mempertanyakan akan kebenaran ajaran Alkitab mengenai  kematian dan kebangkitan Yesus.  Kita temukan banyak sekali orang2 skeptis (terutama umat Muslim dan ateis) yang tidak mempercayai bahwa Yesus sungguh bangkit dari kematianNya.




Lukas menulis dalam Kisah Rasul 1:3 bahwa banyak tanda yang membuktikan bahwa Yesus bangkit, dan karenanya kita juga bisa yakin kita akan menemukan banyak argument yang menguatkan iman kita, terutama mengenai kebangkitan Kristus
Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup

Berikut ini adalah sebagian bukti-bukti yang bisa diberikan sebagai argument kuat bahwa apa yang Alkitab tuliskan mengenai hal ini memang sungguh-sungguh terjadi.


1. Naratif Ke Empat Injil (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes)

Banyak yang meragukan akan kesaksian keempat penulis Injil karena sepertinya ada suatu kontradiksi dari apa yang mereka tuliskan saat menceritakan mengenai hari kebangkitan Yesus. Misalnya di Markus 16:1 dikatakan, “Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome” datang kekuburan Yesus, sedangkan dalam Matius 28:1 yang disebut hanya “Maria Magdalena dan Maria yang lain”. Lukas, selain itu, menulis bahwa yang datang adalah “Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul” (Lukas 24:10). Dan terlebih lagi Yohanes hanya menyebut Maria Magdalena sebagai satu-satunya wanita yang datang kekuburan Yesus (Yohanes 20:1).

Jadi kita lihat seakan-akan ada suatu ketidakharmonisan dari laporan2 yang diberikan keempat penginjil ini. Namun benarkah demikian?

Sebelumnya harus kita sadari bahwa kalau keempat penginjil ini menulis semua detail mengenai kebangkitan Yesus secara sama persis, maka yang jelas bisa kita simpulkan adalah adanya suatu kolaborasi diantara para penginjil tersebut mengenai apa yang sesungguhnya terjadi. Hal ini akan menimbulkan masalah yang jauh lebih besar sebab tidak ada penulis suatu kejadian yang secara sama persis menulis apa yg mereka lihat atau dengar (kecuali mereka sudah sepakat sebelumnya), melainkan pasti akan ada penekanan detail yg berbeda satu sama yang lain. Jadi justru adanya perbedaan2 ini menyatakan bagi kita bahwa kebangkitan Yesus memang sungguh2 terjadi dan bukan merupakan sekedar rekaryasa keempat penginjil tersebut.

Dan perbedaan yang kita temukan diatas sebenarnya bukanlah suatu kontradiksi, melainkan bisa diharmonisasikan satu dengan yang lain. Lukas dan Markus memberikan penjelasan akan siapa yang dimaksud Matius sebagai “Maria yang lain”. Dan apa yang dimaksud oleh Lukas 24:10 dengan “perempuan-perempuan yang lain” kemungkinan adalah Salome (Markus 16:1) dan seorang lainnya yang tidak dinamakan oleh mereka. Para wanita ini kemudian mengirim Maria Magdalena sendirian untuk bertemu dengan Petrus dan para rasul lainnya (Yohanes 20:2) untuk memberikan kabar bahwa kubur Yesus telah kosong. Pada saat Maria Magdalena pergi, para wanita yang masih berada ditempat Yesus dikubur melihat malaikat yang kemudian menyuruh mereka memberitakan apa yang terjadi kepada para murid Yesus lainnya (Mat 28:5-7, Mar 16:5-7, Luk 24:4-7)

Pada saat wanita2 itu pergi, Petrus dan Yohanes tiba ke kuburan (Yoh 20:3-9) dan diikuti oleh Maria Magdalena dari belakang yang kemudian bertemu dengan Yesus sendirian (Yoh 20:11-18). Baru diayat Yoh 20:19 kita membaca bahwa Yesus menampakkan diriNya kepada semua para wanita dan murid2Nya dirumah mereka pada malam harinya.

Satu lagi hal yang menarik adalah kesaksian para penginjil tersebut akan bagaimana para murid2 Yesus tidak mengenali Dia saat Dia bangkit dan menampakkan diriNya. Maria Magdalena tidak mengenali Yesus mulanya (Yoh 20:14), dan 2 orang muridNya di Emaus juga tidak mengenaliNya (Luk 24:16), bahkan Mat 28:17 berkata bahwa “Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu”.

Jelas kalau ini hanyalah suatu cerita buatan, tidak ada alasan buat para penginjil utk memuat hal ini, sebab hal ini hanya akan membuat orang2 semakin tidak percaya akan apa yang terjadi. Tapi mereka tetap menulis apa adanya, dan itu membuktikan bahwa mereka menulis sesuai apa yang terjadi tanpa harus takut menyembunyikan hal-hal yang bisa disalahsangkakan oleh orang lain.

Jadi kita bisa lihat bagaimana para penulis Injil hanya menulis apa adanya dan dengan suatu kejujuran, dan bahwa jika ada hal yang kelihatannya berlawanan, itu bukan berarti merupakan sutu kontradiksi yang tidak bisa diserasikan

2. Kubur Yang Kosong.

Hal kedua yang bisa dijadikan argument akan terjadinya kebangkitan Yesus adalah kuburanNya yang kosong.

Beberapa teori mengenai kuburan Yesus yang kosong ini pernah dikemukakan yang intinya adalah sama, yaitu bahwa Yesus tidak sungguh2 bangkit dari mati. Tapi semua teori2 tersebut tidak bisa diterima karena tidak adanya bukti yang bisa mendukung hipotesa teori2 tersebut.

Salah satu teori yang diberikan adalah bahwa para wanita yg datang menjenguk Yesus sebenarnya datang kekuburan yang salah. Hal ini sulit diterima, karena bagaimana mungkin semua wanita2 tesebut bisa terkecoh, dan juga terlebih lagi para murid Yesus (Petrus dan Yohanes) yang datang pada saat yang berbeda?

Teori lainnya yang dikemukakan adalah yang dinamakan the swoon theory. Yaitu bahwa Yesus sebenarnya tidak sampai mati saat Dia disalibkan. Somehow, Dia bisa bertahan hidup dan dikira mati, sehingga Dia dikuburkan namun akhirnya berhasil meloloskan diri. Namun teori ini tidak bisa menjelaskan mengapa prajurit romawi yang menyalibkan Yesus bisa “gagal” membunuh Dia. Bukankah mereka sudah menusuk lambung Yesus untuk memastikan bahwa Dia benar2 mati? Para prajurit Romawi adalah ahli dalam mengadakan hukuman mati lewat penyaliban atas diri seseorang. Sungguh merupakan kebetulan yang luar biasa kalau mereka sampai terkecoh mengira Yesus mati padahal sebenarnya belum mati. Terlebih lagi, apakah Yesus yang sudah sekarat begitu bisa melepaskan diriNya sendiri dari kuburanNya, dengan memindahkan batu yang besar dan mengalahkan para prajurit yang ditugaskan untuk menjagai kuburanNya?

Kemudian juga ada teori lainnya yang berkata bahwa tubuh Yesus sebenarnya dipindahkan oleh seseorang. Tapi pertanyaannya adalah siapa yang bisa berbuat demikian? Para muridNya jelas bukan, sebab mereka semua sangat patah hati dan putus asa dan tidak mungkin mau menderita sampai menjadi martir bagi suatu kebohongan. Juga tidak mungkin para Yahudi / prajurit Romawi yang melakukannya, sebab bukankah bagi mereka sangat lebih menguntungkan jika Yesus mati dan mayatNya ada dikuburan?

Alasan lain yang diberikan orang liberal / ateis /skeptis bahwa mereka semua hanya sedang berhalusinasi adalah hanya suatu teori tanpa ada bukti sedikitpun. Jika kebangkitan Yesus hanyalah sebuah halusinasi, bagaimana mungkin para penginjil menulis bahwa Yesus bisa makan dan minum? Dan mengapa halusinasi itu bisa terjadi kepada semua orang2 tersebut tanpa kecuali?

3. Penampakkan Diri Yesus Kepada Para MuridNya  

Selain kedua hal diatas, bukti lainnya yang bisa diberikan adalah mengenai kesaksian Paulus akan kebangkitan Yesus yang disaksikan oleh lebih dari 500 orang dan kepada para rasulNya.
1 Kor 15:3-8
3. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
4. bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
5. bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
6. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
7. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
8. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya

Paulus berkata bahwa selain menampakkan diriNya kepada Petrus dan rasul2 lainnya, Dia juga menampakkan diriNya kepada 500 orang lainnya, yang sebagian besar masih hidup saat Paulus menulis surat 1 Korintus ini.

Ini adalah suatu bukti bahwa kebangkitan Yesus benar2 terjadi, sebab tidak mungkin Paulus berani menyatakan bahwa ada 500 orang yang bisa bersaksi bahwa Yesus menampakkan diri kepada mereka kalau hal itu tidak sungguh2 terjadi. Bahkan Ia menekankan bahwa sebagian besar dari mereka masih hidup sehingga jika ada yang meragukan hal ini, mereka bisa bertanya kepada para saksi tersebut. Perlu juga diketahui bahwa 1 Korintus,menurut para ahli Alkitab (baik liberal maupun konservatif), merupakan surat asli Paulus yang ditulis dalam waktu 30tahun setelah kebangkitan Yesus.


4. Perbedaan Yang Terjadi Dalam Hidup Murid-Murid Yesus

Selain itu, kita menemukan satu lagi bukti kuat bahwa Yesus benar-benar bangkit dari kehidupan para rasul dan muridNya yang berubah total sejak kebangkitanNya. Kita baca dalam Kisah Para Rasul bagaimana para rasul yang tadinya ketakutan bisa tiba2 berubah menjadi berani mengabarkan Injil dan bagaimana mereka mengadakan banyak keajaiban yang menyertai pelayanan mereka. Tidak ada suatu explanation yang lebih masuk akal selain bahwa memang mereka menerima Roh Kudus, dan itu yang membuat mereka menginjil dan berani menghadapi berbagai macam persecution dan kematian yang begitu mengerikan. Kalau Yesus tidak bangkit maka tidak mungkin mereka mau menderita sedemikian rupa untuk suatu kebohongan belaka. Tidak ada untungnya sama sekali bagi mereka utk melakukan hal itu.


Jelas bahwa kebangkitan Yesus merupakan salah satu dasar iman terpenting bagi kita orang Kristen. Dan rasul Paulus berkata bahwa kalau Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah iman kita semua (1 Kor 15:14). Tapi kita bisa yakin, bahwa Yesus memang sungguh telah bangkit, dan itu bisa dibuktikan secara logika dan historis.