
Alkitab adalah buku yang menyatakan pikiran Allah, keadaan manusia, jalan keselamatan, penghukuman bagi oang berdosa, dan kebahagiaan bagi orang percaya
Seluruh ajaran Alkitab adalah kudus, hukum-hukumnya mengikat, sejarah yang ditulisnya adalah benar dan keputusannya kekal adanya
Bacalah untuk menjadi berhikmat, percayailah untuk memperoleh keselamatan, lakukanlah ajarannya untuk hidup dalam kekudusan. Buku ini mempunyai sinar terang untuk membimbing, makanan rohani untuk menopang, dan keyamanan untuk menghibur
Alkitab adalah peta bagi penjelajah, tongkat bagi orang yang berziarah, pedoman hidup tertinggi bagi orang percaya. Didalamnya surga terbuka, dan pintu neraka ditutup
Kristus adalah tema utamanya, kebaikan hidup kita rancangannya, dan kemuliaan Allah tujuan akhirnya
Ajaran Alkitab seharusnya memenuhi ingatan, memerintah dalam hati, dan menjaga langkah kita. Bacalah dengan secara pelan, sesering mungkin dan dengan sikap penuh dalam doa. Sebab disinilah terdapat tambang kekayaann rohani, surga kemuliaan, dan sungai sukacita yang mengalir terus menerus
Alkitab diberikan kita dihidup ini, dan akan dibuka kembalipada saat penghakiman dan akan diingat selamanya. Alkitab memberikan kita tanggung jawab yang terbesar, tapi juga berkat yang terbesar, dan akan menghukum semua yang menolak segala hal yang diajarkannya
Milikilah Alkitab, sebab itu adalah kekayaan, pelajarilah, sebab itu adalah hikmat, percayailah, sebab itu adalah jalan keselamatan, dan turutilah sebab itu adalah kuasa terbesar. Amin.
"Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga" (Maz 119:89)
"Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan" (Maz 33:4)
"Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN."(Amsal 16:20)
"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Maz 119:105)
"Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran." (2 Tim 3:16)